Saturday, March 03, 2007

Koreksi terhadap Tuduhan terhadap pendukung ID

Pelurusan fakta Oleh William Dembski terhadap tuduhan bahwa pendukung Teori Intelligent Design tidak pernah memasukan proposal kepada Templeton Foundation untuk mengadakan penelitian tentang ID. Baca di sini

Friday, March 02, 2007

Ini adalah contoh bagaimana Islam berdebat:



Betapa irasional!

Monday, February 26, 2007

Perang Dunia Ke III?? Siapa Tahu??

Di bawah ini adalah link ke postingan saya tentang pernyataan satu bekas mata - mata Israel bahwa Perang Dunia Ketiga sudah dimulai.
Klik di sini!

Monday, February 19, 2007

KHOTBAH INJIL

INJIL
Ini adalah link ke khotbah yang saya terjemahkan dan posting di Multiply

OJS

Tuesday, February 13, 2007

MANUSIA LEBIH BESAR DARIPADA LOGIKA??

Di bawah ini adalah link ke posting saya di Multiply dimana saya membahas tentang klaim bahwa manusia lebih besar dari Logika:
Klik di sini!

Monday, February 05, 2007

Artikel Menarik di Blog James White

Alpha and Omega Ministries, The Christian Apologetics Ministry of James R. White: "beauty' of the sacraments. I have to apologize to them all, but you see, I truly do seek to bring all aspects of my thinking under "

Friday, October 13, 2006

Billy Berbicara dengan Pendetanya tentang Allah

Beginilah jadinya kalau pendetanya menganut teologia yang salah serta logikanya gak jalan.

Billy: "Pendeta, apakah Allah mengasihi semua orang?"
Pendeta: "Ya, Billy" (senyum, mengelus kepala Billy).
Billy: "Tetapi mengapa dalam Roma 9 dikatakan dia membenci Esau?"
Pendeta: "Sudah membaca Alkitab toh, Billy!" (masih senyum). "Yah, Alkitab juga berkata bahwa Allah membenci, namun itu sebenarnya adalah Kehendak Allah yang Rahasia, dan sejauh yang kita tahu, Dia mengasihi setiap orang."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta: "Ya, Billy."
Billy: "Jika Allah mengatakan kepada kita kehendak-Nya yang rahasia, apakah itu masih rahasia?"
Pendeta: "aaaaaa, yah, saya pikir …. tidak, Billy, namun yang saya maksudkan adalah kita harus sadar bahwa ada cara Alkitab berbicara tentang kasih Allah terhadap semua orang, dan itulah yang kita perlu pikir, bukan memikirkan satu atau dua tempat dimana dikatakan bahwa Allah membenci."
Billy: "Oh. Bagaimana buktinya bahwa Allah mengasihi semua orang?"
Pendeta: "Yaaah, Dia memberikan setiap sinar matahari kepada setiap orang, Dia memberkati manusia di bumi dengan hari nurani sehingga mereka membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, dan Dia telah memberikan mereka banyak pemberian yang mereka gunakan untuk menjadikan dunia tempat yang lebih baik dan lebih aman untuk dihuni."
Billy: "Kemudian Dia membuang sebagian besar dari mereka ke neraka??"
Pendeta (sambil garuk – garuk kepala): "Ya, Billy."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta: "Ya, Billy."
Billy: "Apakah pantas disebut kasih, kalau Allah memberikan manusia hal – hal yang baik selama beberapa tahun sehingga mereka merasa nyaman lalu kemudian membuang mereka ke neraka?"
Pendeta: "Yaaaah, …. iya, ….., saya pikir demikian karena akan lebih buruk jika.., maksud saya akan, aaaa, yaaah, iya, saya pikir demikian karena Dia tidak langsung membuang mereka ke neraka, namun Dia masih membiarkan mereka mengalami kebaikanNya dan pemeliharaan-Nya bagi ciptaan-Nya. ….."
Billy: "Apakah layak disebut kasih apabila membiarkan seseorang mengalami sesuatu yang baik yang akan mereka ingat selamanya dan [yang akan membuat mereka] selalu membenci Allah, karena hal – hal yang baik yang mereka kasihi melebihi pengampunan [Allah]?"
Pendeta: "Dapatkah kita mengganti topik, Billy? Saya tidak yakin jawaban saya memuaskan kamu."
Billy: "O.K., Pendeta. Apakah Yesus mati untuk semua orang?"
Pendeta: "Mengapa? Pasti, Billy."
Billy: "Pendeta?"

Pendeta: "Ya, Billy."
Billy: "Jika Yesus mati untuk semua orang, mengapa tidak semua orang akan ke surga?"
Pendeta: "Yah, Billy, karena bukan semua orang akan menerima Dia."
Billy: "Namun, Pendeta, dulu saya pikir Yesus menyelamatkan kita. Sekarang anda mengatakan bahwa kita menyelamatkan Yesus ."
Pendeta (tertawa gugup): "Tentu saja tidak, Billy! Saya percaya Yesus menyelamatkan kita seutuhnya! Namun bagaimana kamu sampai berpendapat bahwa kita menyelamatkan Yesus?"
Billy: "Yah, Pendeta, anda mengatakan pada saya bahwa Yesus mati untuk semua orang, dan hanya mereka yang menerima Dia akan diselamatkan. Jadi, ini artinya kematian dan kebangkitan Yesus serta apa yang Yesus kerjakan tidak benar – benar dapat menyelamatkan kita, namun diperlukan sesuatu yang lebih dari itu [untuk menyelamatkan kita], dan sesuatu itu adalah apa yang kita lakukan untuk menerima Dia. Bagi mereka yang tidak menerima Yesus [sebagai Juruselamat] akan binasa. Hal itu berarti bahwa kematian Yesus untuk mereka tidak dapat membantu mereka. Kalau demikian, apa yang Yesus lakukan bagi mereka adalah sebuah kegagalan yang memalukan. Di lain pihak, mereka yang lain yang menerima Dia membuat apa yang dikerjakan Yesus efektif lewat penerimaan mereka akan apa yang dikerjakan-Nya; jadi mereka menyelamatkan apa yang dikerjakan Kristus dari kegagalan yang memalukan. Tanpa kita, Yesus dan apa yang dikerjakan-Nya demi keselamatan kita akan binasa! Jika Yesus tidak dapat menyelamatkan kita tanpa ijin kehendak bebas kita, maka kita adalah Juruselamat yang sebenarnya, dan Yesus adalah seseorang yang kita selamatkan! Wow! Apa yang Dia bisa lakukan tanpa kita?!"
Pendeta: "Er ….. uh ….. maksud saya bukan begitu. Maksud saya jika, …, saya katakan…. tidak... saya percaya Yesuslah yang melakukan penyelamatan itu, Billy, hanya …. Allah telah menentukan supaya kita ….. bebas untuk mene… . maksud saya, kita adalah….. Billy, Alkitab itu misterius. Kelihatannya Alkitab mengatakan sesuatu hal, namun sebenarnya tidak demikian….. kamu menggunakan logika, Billy. Alkitab tidak logis dan kebenarannya bukanlah sesuatu yang kita dapat sesuaikan dengan pikiran kita manusia."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta (sekarang wajahnya sedikit mengkerut): "Ya, Billy."
Billy: "Pada saat anda mengatakan Alkitab tidak logis, apakah itu berarti bahwa Alkitab tidak
masuk akal? [menurut anda] masuk akal untuk mengatakan Alkitab tidak logis. Saya pikir itu karena anda menggunakan logika yang sehingga apa yang anda katakan masuk akal."
Pendeta (memandang dengan kesal kepada Billy): "Tidak, Billy, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Alkitab tidak masuk akal. Alkitab memang masuk akal, namun bukan akal kita."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta: "Ya, Billy."
Billy: "Mengapa Allah memberikan Alkitab yang tidak masuk akal manusia kepada kita?"
Pendeta: "Yah, Billy, bukan …. Saya pikir …. Alkitab masuk akal, namun tidak memberikan kita jawaban yang kita ingin dengar, dan mengatakan apa yang tampaknya kontradiktif namun sebenarnya tidak, sehingga kita tidak menanyakan pertanyaan – pertanyaan yang sok tahu."
Billy: "Jadi, Allah [menjadikan diri-Nya] tidak masuk akal buat manusia supaya kita tetap rendah hati?"
Pendeta: "Benar, Billy. Allah ingin kita tetap rendah hati, sehingga Dia tidak membiarkan kita berpikir bahwa kita dapat secara mutlak yakin tentang hal - hal yang sangat diyakini oleh beberapa orang yang sombong."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta: "Ya, Billy."
Billy: "Apakah anda yakin tentang apa yang baru anda saja katakan kepada saya?"
Pendeta (menunjukkan ketersinggungan yang jelas): "Menurutmu bagaimana, Billy?"
Billy: "Saya pikir anda baru saja menyebut diri anda orang sombong, namun saya tidak tahu mengapa, mungkin karena anda begitu pintarnya sehingga anda tahu begitu banyak tentang Allah, dan bagaimana Dia membutuhkan kita."
Pendeta: "Billy, mengapa kamu tidak bermain saja di luar sana seperti anak – anak lain?"
Billy: "Mengapa saya harus pergi dan bermain di luar sana, pada saat saya bisa tinggal di sini bersama bapak dan belajar tentang bagaimana menyelamatkan Allah?"
Pendeta: "Kamu harus hati – hati , Billy. Saya tidak pernah berkata bahwa kita menyelamatkan Allah. Kamulah yang mengatakannya, ingat itu. Saya hanya percaya bahwa pilihan – pilihan kita adalah sesuatu yang berarti, serta Allah tidak memperlakukan kita seperti robot Dia menciptakan kita untuk memiliki tanggung jawab yang sebenarnya."
Billy: "Pendeta?"
Pendeta (sekarang kelihatan sedikit marah): "Ini pertanyaan terakhir yang kamu katakan anak muda! Saya mempunyai hal – hal lain yang penting yang perlu saya lakukan dan kamu harus bermain di luar."
Billy: "Pada saat Allah membuat Abraham tidur, apakah Abraham mengatakan apa yang ia pikirkan tentang ’tanggung jawabnya sebagai manusia’?"

Pendeta (marah): "Saya sekarang sedang sakit kepala berat, Billy, dan saya tidak dapat menjawab lagi pertanyaanmu, namun saya hanya bisa katakan yang satu ini. Siapapun yang telah mengajarmu, dia telah mengajarkanmu hal – hal yang sebenarnya anak seusiamu belum pantas untuk pikirkan. Kedengarannya kamu telah belajar sejenis hyper-Calvinism! Sebaiknya engkau hati – hati, anak muda!"
Billy: "Saya tidak tahu tentang hyper-Calintisim, namun saya membacanya di dalam Alkitah. Terima kasih telah meluruskan saya. Saya akan mencoba untuk memotong bagian yang buruk itu. Boleh saya pinjam gunting?"
Pendeta (bangkit dari kursinya): "Keluar dari sini kau, kau, kau, kau …..!"
Billy: "Tidak apa – apa,.Pendeta. Saya akan meminta Joey. Dia mempunyai beberapa gunting yang baik pada saat kami menggunting gambar “persahabatan dengan Yesus” untuk Sekolah Minggu. Selamat Tinggal Pendeta" Hak Cipta 1997 by John Pedersen
Tulisan ini adalah terjemahan dari sebagian tulisan pada: http://www.trinityfoundation.org/journal.php?id=159

Kartun

Kartun
Foto Tim Apologetik James White (www.aomin.org)